Walkot Balikpapan Kirim Pesan ke Ahok karena Grup Pertamina Sumbang Kasus Covid-19 Terbesar

Kompas.com - 02/02/2021, 18:03 WIB
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Dok. Humas Pemkot BalikpapanWali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

SAMARINDA, KOMPAS.comWali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengirim pesan singkat melalui WhatsApp ke Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  

Rizal mengeluhkan PT Pertamina grup yang beroperasi di Balikpapan sebagai penyumbang penularan Covid-19 terbesar di Kota Balikpapan, atas 50 persen.

Menurut Rizal, dari 40 perusahaan migas yang operasi di Balikpapan, setengahnya dari grup Pertamina.

“Saya hubungi Pak Ahok lewat WA. Saya mohon bantuan untuk perketat pelaksaan protokol kesehatan di grup pertamina khusus di Balikpapan. Karena jadi penyumbang terbesar (Covid-19),” ungkap Rizal saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/1/2021).

Baca juga: Pemkot Balikpapan Perpanjang PPKM, Fokus ke Perusahaan dan Perkantoran

Selain meminta pengetatan protokol kesehatan, Rizal juga meminta dukungan kepada Rumah Sakit Pertamina yang jadi rujukan pasien Covid-19 dari 11 rumah sakit rujukan di Balikpapan diperkuat, baik itu tenaga medis dan tempat tidur.

“Sekarang ini RS Pertamina punya 81 tempat tidur di ruang isolasi. Ada sembilan tempat tidur di ICU.  Semuanya sudah penuh. Jadi kami minta dukungan penambahan,” tutur Rizal. 

Tak hanya itu, Rizal juga menuturkan RS Pertamina sejauh ini kewalahan karena harus melayani tes swab PCR permintaan seluruh grup Pertamina Balikpapan.

“Mereka mengeluh kewalahan, karena itu kami minta kalau karyawan tidak gejala cukup rapid tes antigen dulu karena RS kewalahan,” tegasnya. 

Kiriman pesan singkat tersebut, kemudian direspons Ahok.

“Pak Ahok merespons. Pertamina langsung menghubungi Direktur Medika Grup RS Pertamina akan kirim alat ventilator ke RS Pertamina,” terang dia.

Baca juga: Meninggal Saat Dirawat karena Covid-19, Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Punya Penyakit Penyerta Diabetes

Setelah itu Rizal juga mengaku ditemui dua pimpinan PT Pertamina grup yakni PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan Direksi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (1/2/21).

Dari dua pimpinan tersebut, kata Rizal, Pertamina akan mengubah skema langkah penanganan dan pencegahan.

“Misalnya mereka akan perhatikan sampai ke sub-kontraktor dan memberi sanksi. Karena sub-kontraktor ini yang salah satu penyumbang. Karena mereka ini salah satu kemampuan keuangannya terbatas, juga karyawan tinggal di perum di kampung-kampung. Jadi protokol kesehatan kurang bagus,” jelas dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X