Derita Nelayan di Pesisir Balikpapan, Area Tangkapan Terancam karena Industri

Kompas.com - 04/11/2020, 21:15 WIB
Perahu kecil milik para nelayan yang biasa digunakan mencari kepiting, udang, ikan di kawasan pesisir Karingau, Balikpapan, Kaltim, Jumat (28/08/2020). Istimewa. Perahu kecil milik para nelayan yang biasa digunakan mencari kepiting, udang, ikan di kawasan pesisir Karingau, Balikpapan, Kaltim, Jumat (28/08/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Para nelayan di pesisir Karingau, Balikpapan, mengeluhkan pendapatan menurun.

Hal ini dipicu masuknya industri di kawasan ini sejak lima tahun terakhir.

“Dulu pendapatan kita bisa sampai Rp 3 juta per bulan. Sekarang sudah turun setengahnya. Kadang Rp 1,5 juta, kadang dibawa itu,” ungkap Rusli, Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Karingau saat dihubungi Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Rusli mengisahkan sejak ditetapkan sebagai Kawasan Industri Karingau (KIK) 2010. Pendapatan nelayan mulai perlahan menurun.

Baca juga: Menyulam Jaring hingga Rendahnya Ekspor, Pahit Manis Nelayan Indramayu

Perusahaan-perusahaan masuk membangun dermaga penampung CPO, dermaga penimbunan batu bara, bengkel alat-alat berat usaha pertambangan, dermaga industri perkapalan dan lainnya.

Umumnya, kata Rusli, lahan-lahan yang dipakai perusahaan di sekitar wilayah pesisir tersebut sebagian besar sudah dibeli.

Perusahaan membebaskan lahan warga terus bangun dermaga, jetty dan lainnya di sisi- sisi sungai yang terhubung dengan lautan. Akibatnya ruang tangkap nelayan berkurang.

Keluar SK Gubernur Kaltim Nomor 530.05/K.448/2010 tentang Pembentukan Tim Persiapan Pengelola KIK Balikpapan oleh Awang Faroek Ishak yang menjabat saat itu menarik banyak investasi masuk ke Karingau sampai saat ini.

Baca juga: Dihajar Pandemi, Tangkapan Nelayan di Lampung Menurun 75 Persen

Dikutip dari website resmi Pemprov Kaltim, kawasan KIK akan jadi industri substitusi impor, manufaktur, lokal base dan industri campuran di sisi utara.

Sisi selatan berupa manufaktur logam dan kimia, industri teknologi modern dan industri berorientasi ekspor.

Sisi barat pesisir atau daerah pinggir, untuk sektor batu bara dan briket batu bara, minyak dan gas, methanol, olefin dan arimatik, karet, dan lain-lain.

Kawasan industri ini berdiri di atas lahan seluas 2.189 hektare, milik Pemkot Balikpapan, PT Pelindo IV, PT PLN, PT Semen Gresik, PT Gunung Bayan, dan lahan Pemprov Kaltim.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Libur Panjang, Penularan Covid-19 di Yogyakarta Meningkat 3 Kali Lipat

Setelah Libur Panjang, Penularan Covid-19 di Yogyakarta Meningkat 3 Kali Lipat

Regional
Begal Sadis, Korban Tewas Ditembak Saat Bonceng Istri dan Anak

Begal Sadis, Korban Tewas Ditembak Saat Bonceng Istri dan Anak

Regional
Selain Siswa, Guru di Yogyakarta Juga Positif Covid-19

Selain Siswa, Guru di Yogyakarta Juga Positif Covid-19

Regional
Fakta Video Porno ABG di Jambi, Rekam di Kos hingga Untung Rp 8 Juta

Fakta Video Porno ABG di Jambi, Rekam di Kos hingga Untung Rp 8 Juta

Regional
Kasus Corona di Lampung Bertambah Jadi 3.182

Kasus Corona di Lampung Bertambah Jadi 3.182

Regional
Soal Jadwal Sekolah Tatap Muka SMA dan SMK, Ini Kata Disdik Riau

Soal Jadwal Sekolah Tatap Muka SMA dan SMK, Ini Kata Disdik Riau

Regional
Menyoal Skema Mitigasi Erupsi Gunung Merapi Kala Pandemi Covid-19, Satu Orang Satu Bilik

Menyoal Skema Mitigasi Erupsi Gunung Merapi Kala Pandemi Covid-19, Satu Orang Satu Bilik

Regional
Tren Covid-19 di Aceh Terus Menurun sejak Awal November 2020

Tren Covid-19 di Aceh Terus Menurun sejak Awal November 2020

Regional
Soal Baliho Rizieq Shihab, Tokoh Masyarakat: Sekarang Sudah Dipasang karena Ini di Kampung Saya...

Soal Baliho Rizieq Shihab, Tokoh Masyarakat: Sekarang Sudah Dipasang karena Ini di Kampung Saya...

Regional
Fakta di Balik Guguran Lava Sisa Erupsi Merapi Tahun 1954, Terekam CCTV dan Penjelasan BPPTKG

Fakta di Balik Guguran Lava Sisa Erupsi Merapi Tahun 1954, Terekam CCTV dan Penjelasan BPPTKG

Regional
Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Regional
Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

Regional
'Jadi yang Menolak Itu Masyarakat secara Umum Kampung Taliwang, Bukan FPI'

"Jadi yang Menolak Itu Masyarakat secara Umum Kampung Taliwang, Bukan FPI"

Regional
Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X