Gugatan Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Dikabulkan, Hakim Minta Area Tangkap Nelayan Diamankan

Kompas.com - 24/08/2020, 13:10 WIB
Sebanyak 259 aparat keamanan dikerahkan membersihkan tumpahan minyak di sepanjang Pantai Monpera hingga Pelabuhan Semayang, Senin (2/4/2018). Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri RamadhaniSebanyak 259 aparat keamanan dikerahkan membersihkan tumpahan minyak di sepanjang Pantai Monpera hingga Pelabuhan Semayang, Senin (2/4/2018).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Gugatan warga sipil (citizen lawsuit) perihal tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 31 April 2018 lalu memasuki babak baru.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan mengabulkan sebagian tuntutan gugatan tersebut dalam sidang putusan, Selasa (18/8/2020).

Hamsuri, kuasa hukum Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak (Kompak) sebagai penggugat, mengatakan dalam putusannya hakim meminta Gubernur Kalimantan Timur melanjutkan penyusunan Perda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).

Baca juga: Teluk Balikpapan Akan Dieksploitasi demi Ibu Kota Baru

Gubernur Kalimantan Timur juga diminta memastikan alokasi wilayah tangkap nelayan tradisional di wilayah perairan Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU).

Kemudian, hakim turut memerintahkan Gubernur Kaltim dan Wali Kota Balikpapan membuat Perda mengenai sistem informasi lingkungan hidup yang mencakup sistem peringatan dini.

Perintah yang sama juga kepada bupati PPU. Hanya Pemkab PPU sedang menyusun Perda tersebut jauh sebelum putusan sehingga hakim meminta untuk melanjutkan.

“Hal tersebut agar ada upaya antisipasi terhadap pencemaran dan kerusakaan lingkungan yang mungkin bisa terjadi lagi,” ungkap Hamsuri dalam konferensi pers melalui Zoom, Sabtu (24/8/2020).

Baca juga: Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Polisi Tetapkan Tersangka Baru

Selain itu, hakim juga memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) tentang sistem informasi lingkungan hidup sebagai peringatan dini jika ada potensi ancaman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Regional
Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Regional
Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X