Terbukti Makar, 2 Pimpinan KNPB Divonis 11 Bulan Penjara

Kompas.com - 17/06/2020, 23:08 WIB
Tangkapan layar majelis hakim di PN Balikpapan saat sidang putusan tujuh warga Papua di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (17/6/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONTangkapan layar majelis hakim di PN Balikpapan saat sidang putusan tujuh warga Papua di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (17/6/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Ketua Umum Komite Nasional Pembebasan Papua Barat ( KNPB) Agus Kossay divonis penjara 11 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (17/6/2020).

Sebelumnya, Agus dituntut jaksa 15 tahun penjara.

Setelah mengetok palu, hakim memberi kesempatan kepada Agus atas putusan tersebut.

“Diberi waktu 7 hari untuk pikir-pikir,” ungkap Majelis Hakim Bambang Trenggono didampingi Hakim Anggota Bambang Setyo dan Herlina Rayes yang memimpin sidang vonis di Balikpapan.

Baca juga: Empat Warga Papua Terlibat Kerusuhan Terbukti Makar, Vonis Hakim Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Selain Agust, Ketua KNPB Mimika, Steven Itlay juga divonis 11 bulan penjara.

Vonus tersebut juga lebih ringan dari tuntutan 15 tahun penjara.

Keduanya, menurut, Majelis Hakim, terlibat makar secara bersama-sama saat terjadi kerusuhan di Jayapura, September 2019 lalu.

Keduanya dianggap melanggar Pasal 106 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: 7 Terdakwa Makar asal Papua Tak Berbuat Kriminal, Amnesty Tetap Anggap Tapol

Selain dua pimpinan KNPB, Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Alex Gobay divonis kurungan penjara 10 bulan dari tuntutan jaksa 10 tahun penjara.

Sidang putusan vonis terhadap Alexander Gobay dipimpin Hakim Pujiono, Agnes Hari Nugraheni, dan Arif Wicaksono.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Juli 2020

Regional
Kapolres Bangkalan Bentak dan Usir Pemuda Tak Bermasker di Kafe

Kapolres Bangkalan Bentak dan Usir Pemuda Tak Bermasker di Kafe

Regional
Warga Badung Bali Geger, Dua Tengkorak Ditemukan dalam Sehari

Warga Badung Bali Geger, Dua Tengkorak Ditemukan dalam Sehari

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 5 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 5 Juli 2020

Regional
'Ngakunya Perlindungan Anak Ternyata Biadab'

"Ngakunya Perlindungan Anak Ternyata Biadab"

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Gunungkidul yang Tadinya Ditutup Akhirnya Dibuka

Wisatawan Membludak, Pantai Gunungkidul yang Tadinya Ditutup Akhirnya Dibuka

Regional
Kronologi Warga Jakarta Tewas Berlumuran Darah dalam Hotel di Puncak

Kronologi Warga Jakarta Tewas Berlumuran Darah dalam Hotel di Puncak

Regional
Soal Madu Campur Teh Panas Sembuhkan 300 Pasien di Kalbar, Ini Penjelasan Dinkes

Soal Madu Campur Teh Panas Sembuhkan 300 Pasien di Kalbar, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Ini Dia 5 Makanan Khas Serang, Ada Menu Kesukaan Sultan Banten

Ini Dia 5 Makanan Khas Serang, Ada Menu Kesukaan Sultan Banten

Regional
Dokter di NTT Positif Corona Usai Pulang dari Bali

Dokter di NTT Positif Corona Usai Pulang dari Bali

Regional
'Niatnya Nunggu Aman Baru Dijual, tapi Keburu Ditangkap'

"Niatnya Nunggu Aman Baru Dijual, tapi Keburu Ditangkap"

Regional
Pemulihan di Rumah Aman Milik Pemerintah, Bocah 14 Tahun Korban Perkosaan Dicabuli Kepala P2TP2A

Pemulihan di Rumah Aman Milik Pemerintah, Bocah 14 Tahun Korban Perkosaan Dicabuli Kepala P2TP2A

Regional
Kota Banjar Zona Biru Covid-19, Ridwan Kamil Minta Waspadai Kasus Impor

Kota Banjar Zona Biru Covid-19, Ridwan Kamil Minta Waspadai Kasus Impor

Regional
Cerita Helmi, Pengantin Wanita yang Hanya Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Cerita Helmi, Pengantin Wanita yang Hanya Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X