Tertangkap Polisi Jual Sabu Selama 25 Tahun, Perempuan Ini Akui Punya Kode "Aman"

Kompas.com - 06/01/2020, 18:02 WIB
WS (32), tersangka pengedar narkoba di Kaltim. Dokumentasi Polda KaltimWS (32), tersangka pengedar narkoba di Kaltim.

KOMPAS.com - Pengakuan mengejutkan terungkap dari seorang ibu rumah tangga berinisial WS (32) yang tertangkap karena menjual narkoba jenis sabu di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

WS, warga Gunung Bugis, Kaltim, mengaku sudah berkecimpung di dunia hitam narkoba selama 25 tahun.

Seperti dilansir dari Tribunnews, WS memakai kode kata "aman" untuk mengelabui polisi saat bertransaksi.

"Saya gak tau seperti apa yang jelas saya jualan ini aman kata teman dan gak ada polisi karena kita gak bisa bedakan yang mana bukan polisi karena sama semuanya," katanya.

"Saya jual seperti teman saya yang katanya "aman" artinya tidak ada petugas yang liat," imbuhnya.

WS pun mengaku sering bertransaksi dengan pembeli di mobil atau bahkan di rumahnya sendiri.

"Saya jual kadang di mobil kadang juga mereka datang sendiri beli di rumah begitu," lanjutnya.

Baca juga: Jumlah Babi Mati di Sumut Meluas ke 18 Kabupaten, Penanganan Tunggu Arahan Gubernur

Di hadapan polisi, WS mengaku nekat menjual sabu karena mudah mendapatkan keuntungan banyak dengan kerja santai.

"Keuntungannya Rp 100 ribu perhari, saya sudah 25 tahun jalani ini. Saya ditawari oleh teman-teman di sekitar sana (Gunung Bugis) katanya aman.Paling sedikit untungnya Rp 100 ribu per hari," kata WS saat gelar perkara di Polda Kaltim, Senin (6/1/2020).

Kronologi penangkapan WS dan komplotannya

Menurut keterangan Kasubdit III Ditreskoba Polda Kaltim, AKBP Mustafa, WS ditangkap pada 26 Desember 2019 lalu di Gunung Bugis.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Regional
Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Regional
Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Regional
Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Regional
Gubernur Sumbar soal Sambut Turis China: Tak Boleh Tolak Kalau Syaratnya Lengkap

Gubernur Sumbar soal Sambut Turis China: Tak Boleh Tolak Kalau Syaratnya Lengkap

Regional
Suami Idap Gangguan Jiwa, Dipasung 8 Tahun, Istri: Saya Biayai 4 Anak Sendirian

Suami Idap Gangguan Jiwa, Dipasung 8 Tahun, Istri: Saya Biayai 4 Anak Sendirian

Regional
Penegakan Hukum Masih Banyak Diprotes, Ganjar: Indikasi Belum Penuhi Amanat Reformasi

Penegakan Hukum Masih Banyak Diprotes, Ganjar: Indikasi Belum Penuhi Amanat Reformasi

Regional
Oknum Wartawan Jadi Petugas KPK Gadungan untuk Peras Kades di Maluku

Oknum Wartawan Jadi Petugas KPK Gadungan untuk Peras Kades di Maluku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X