Zona Kosmopolitanisme, Ketegangan Kota, dan Seni Rupa Kalimantan

Kompas.com - 21/09/2019, 16:10 WIB

Save Meratus! Adalah jargon yang dikenal di Kalimantan Selatan secara intim, tak hanya di kalangan aktivis lingkungan hidup, seniman, jurnalis sampai orang-orang Dayak Meratus, tapi publik umum juga sangat mengenal tentang isu ini.

Lain halnya dengan Dana Prastiyawardanu, pelukis dari Kalimantan Utara, wakil dari generasi milenial bersuara tentang dunia media sosial. Lukisannya menceritakan dampak negatif media sosial yang mengancam dari bertumbuhnya kematangan psikologis manusia, semenjak dari masa anak-anak, terutama pada saat bertumbuh menjadi remaja.

Ia dengan cerdik, mengolah simbol garis polisi, yang biasanya memberi batas tempat terjadinya sebuah perkara kejahatan, kecelakaan dll, menjadi teks: Caution. Dan Dana menampilkan, seseorang, berusia muda, berkacamata, dengan tangan terbuka berteriak dalam warna hijau cerah.

Aura pop terasa dilukisannya; yang bagi Dana sebenarnya adalah pesan serius, bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan, batas-batas musti dipertegas, tatkala yang fiktif dan yang riil berbaur di media sosial.

“Dunia maya melalui internet seperti sebuah lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan nyata. Remaja sering beranggapan dunia maya adalah dunia main-main, namun dampaknya sangat fatal” ujarnya dalam narasi berkarya.

Andrew Ong, Jangan Lihat Mataku, Cat Akrilik di atas kanvas, 130x150cm-2017Dok Andrew Ong Andrew Ong, Jangan Lihat Mataku, Cat Akrilik di atas kanvas, 130x150cm-2017
Keprihatinan Dana, menular pada Daniel Lie, pelukis dari Kalimantan Selatan ini. Ia dengan judul The Game World of All Time, yang bermedia masih cat minyak kanvas, mendemostrasikan kepiawaiannya melukis realis, dengan mengkritisi permainan dari masa ke masa.

Daniel, mungkin separuh putus asa dengan dunia game online, sebab mereduksi anak-anak tak bisa lagi bermain secara fisik, melatih otot sekaligus berinteraksi secara sosial dengan teman-temannya

“Dunia anak-anak sekarang sudah dipengaruhi hal-hal yang berbau teknologi, sehingga segala bentuk permainan anak-anak yang murni dan peninggalan kultur aseli kita, mungkin segera terlupakan?” keluhnya dalam narasi karya.

Dalam tataran lebih ekstrim, dunia siber bagi seniman Jayus Agus Tono, dengan karya instalasinya adalah sungguh sebuah ruang yang berbahaya.

“Kebebasan berdemokrasi diuji di dunia maya. Media Sosial menjelma lebih berbahaya ketimbang senjata api. Hoaks menyebar cepat menembus ruang-ruang privat, menjadi provokator yang berujung manusia-manusia saling hujat dan caci,” katanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

Regional
Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Regional
Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Regional
Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Regional
Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Regional
Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Regional
Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Regional
Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Regional
Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Regional
Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Regional
Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Regional
Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Regional
Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X