Kabut Asap, 23 Rute Penerbangan Lion Group dari Bandara APT Pranoto Dialihkan ke Balikpapan

Kompas.com - 16/09/2019, 13:46 WIB
Kondisi kabut asap di Bandara APT Pranoto Sungai Siring Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/9/2019). IstimewaKondisi kabut asap di Bandara APT Pranoto Sungai Siring Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/9/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sejak pagi Kabut asap mengepung Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/9/2019).

Jarak pandang hanya berkisar 200 meter saja.

Imbasnya, Lion Air Group mengalihkan semua rute penerbangan pesawatnya ke Bandara Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.


Total 23 rute penerbangan Lion Group yang dialihkan di antaranya Lion Air, Wings Air dan Batik Air dengan tujuan dari dan ke Balikpapan, Surabaya, Yogjakarta, Denpasar, dan Tangerang.

Baca juga: Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Palangkaraya Masuk Kategori Berbahaya

"Menyampaikan keterangan terbaru tentang seluruh operasional dari dan menuju Samarinda melalui Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto dipindahkan (reroute) ke Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan," ungkap Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, melalui rilis resminya, Senin.

Danang menyebut, penyesuaian dan pengalihan seluruh jaringan penerbangan domestik dimulai sampai pemberitahuan lebih lanjut (until further notice/ UFN).

Perubahan rute bersifat sementara hingga kondisi cuaca di Samarinda membaik. Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa kabut asap yang terjadi.

Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat.

Namun, hingga pukul 10.00-11.00 Wita, jarak pandang di sekitar Bandara APT Pranoto kembali membaik hingga kurang lebih enam kilometer.

Baca juga: BNPB Kewalahan Padamkan Api, Kebakaran Meluas Kabut Asap Semakin Parah

Di saat bersamaan, dua pesawat berhasil diterbangkan dari Samarinda menuju Jakarta yakni Garuda kode penerbangan GA581 tanpa penumpang.

Sementara Batik Air kode penerbangan ID6671 terbang dengan 57 penumpang.

Hingga pukul 12.30 Wita, jarak pandang kembali menurun jadi 3.000 meter.

"Jarak pandang naik turun seiring kepungan kabut asap. Saat ini, di bandara tetap operasional. Maskapai tetap mengikuti prosedur penerbangan sipil," ungkap Bidang Pelayanan dan Operasional, Ardian Rora, menyampaikan perkembangan terkini di Bandara APT Pranoto.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X