Bukit Soeharto Kalimantan Timur, Kawasan Konservasi Masa Orde Baru Calon Pengganti Ibu Kota RI

Kompas.com - 22/08/2019, 15:42 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019). Biro pers setpresPresiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Bukit Soeharto di Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, disebut sebagai salah satu lokasi calon ibu kota baru.

Presiden Joko Widodo telah berkunjung ke bukit yang populer dengan nama Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Selasa (7/5/2019).

Lokasi taman hutan seluas 61.850 hektare tersebut berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lokasinya bisa ditempuh dengan jalan darat dalam waktu 1,5 jam dari Samarinda atau 45 menit dari Balikpapan.


Sebagian kawasan kini dilewati oleh ruas Tol Balikpapan-Samarinda. Tol senilai Rp 6,2 triliun itu melintas sepanjang 24 kilometer di dalam Tahura Bukit Soeharto yang merupakan kawasan konservasi.

Baca juga: Plus Minus Gunung Mas dan Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota Baru

 

Ratu Beatrix dan Presiden Soeharto

Kawasan Bukit Soeharto jika menelusuri melalui Google Mapsrepro bidik layar Google Maps Kawasan Bukit Soeharto jika menelusuri melalui Google Maps
Dilansir dari Anatarnews.com, Ratu Beatrix dari Belanda termasuk tokoh yang pernah menyatakan kagum terhadap hasil pengelolaan konservasi atau reboisasi di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto pada pertengahan 1990-an.

Kala itu, Bukit Soeharto yang memiliki luas sekira 61.000 hektare termasuk beranda atau contoh keberhasilan Indonesia dalam melestarikan lingkungan.

Salah satu Menteri Kehutanan pada era pemerintahan Soeharto, yakni Djamaludin Suryohadikusumo selalu membawa tamu negara yang ingin melihat pengelolaan hutan di Indonesia ke Bukit Soeharto.

Melekatnya nama "Soeharto" di bukit dengan ekosistem hutan tropis dataran rendah itu menyebabkan kawasan itu termasuk "angker" bagi mereka yang berniat melakukan kegiatan yang bisa merusak hutan.

Baca juga: Feeling Jokowi soal Ibu Kota Negara Baru: Bukit Soeharto, Gunung Mas, atau Kawasan Segitiga?

Saat itu, Soeharto menginstruksikan agar Departemen Kehutanan melibatkan seluruh pemegang hak pengelolaan hutan (HPH) di Kaltim dalam pelestariannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Hendi: Jajanan Pasar Terenak di Semarang Ada di Genuk

Walkot Hendi: Jajanan Pasar Terenak di Semarang Ada di Genuk

Regional
Pemerintah Luncurkan Program Tol Udara untuk Tekan Harga Tiket Pesawat 2020

Pemerintah Luncurkan Program Tol Udara untuk Tekan Harga Tiket Pesawat 2020

Regional
Indeks Standar Pencemaran Udara Batam Mulai Turun, Dinkes Tetap Larang Ibu Hamil Keluar Rumah

Indeks Standar Pencemaran Udara Batam Mulai Turun, Dinkes Tetap Larang Ibu Hamil Keluar Rumah

Regional
7 Kepala Sekolah di Jateng Terpapar Radikalisme, Ganjar Tindak Tegas

7 Kepala Sekolah di Jateng Terpapar Radikalisme, Ganjar Tindak Tegas

Regional
Duduk Perkara Penutupan Kantor GoJek di Lampung, Berawal dari Kebijakan Insentif...

Duduk Perkara Penutupan Kantor GoJek di Lampung, Berawal dari Kebijakan Insentif...

Regional
Korban Asap ke Posko Kesehatan Kian Banyak, Obat-obatan Menipis

Korban Asap ke Posko Kesehatan Kian Banyak, Obat-obatan Menipis

Regional
Lahan 26 Perusahaan Sawit di Kalbar Disegel Terkait Karhutla, Ini Daftarnya

Lahan 26 Perusahaan Sawit di Kalbar Disegel Terkait Karhutla, Ini Daftarnya

Regional
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Kepri Selain Kabut Asap

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Kepri Selain Kabut Asap

Regional
Kabut Asap Menebal, Penerbangan Lokal di Lingga, Riau, Dibatalkan

Kabut Asap Menebal, Penerbangan Lokal di Lingga, Riau, Dibatalkan

Regional
Cerita Guru Paud Lahirkan Bayi Kembar 3: Sempat Khawatir, Akhirnya Bisa Persalinan Normal

Cerita Guru Paud Lahirkan Bayi Kembar 3: Sempat Khawatir, Akhirnya Bisa Persalinan Normal

Regional
Kronologi Ibu Bunuh 2 Balita Kembar, Sering Dianiaya Suami hingga Ditetapkan sebagai Tersangka

Kronologi Ibu Bunuh 2 Balita Kembar, Sering Dianiaya Suami hingga Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Istri Ridwan Kamil: Masih Ada Warga Jabar Hanya Makan Kecap dan Kerupuk

Istri Ridwan Kamil: Masih Ada Warga Jabar Hanya Makan Kecap dan Kerupuk

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi | Veronica Koman Angkat Bicara

[POPULER NUSANTARA] Viral Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi | Veronica Koman Angkat Bicara

Regional
Cerita Satu Keluarga Korban Asap di Pekanbaru Mengungsi, Ogah Pulang karena Batuk dan Pusing

Cerita Satu Keluarga Korban Asap di Pekanbaru Mengungsi, Ogah Pulang karena Batuk dan Pusing

Regional
5 Fakta Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

5 Fakta Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X