Buah Luar Masuk Via Bandara, Ada Tentengan 2 Biji Pun Kami Periksa...

Kompas.com - 28/06/2019, 16:22 WIB
Suasana Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Jumat (14/6/2019).TribunKaltim.com/Fachmi Rachman Suasana Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Jumat (14/6/2019).

Sumber

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman mengatakan, buah dari luar negeri sebagian besar tidak terjamin keamanannya karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan perkarantinaan sesuai prosedur.

Pembelian tanaman, buah, ataupun hewan secara online, ataupun pembelian dari luar negeri  membawa potensi hama penyakit ke Indonesia.

Ancaman seperti lalat buah yang sering dijumpai pada buah impor bukan tak mungkin jadi hama pengganggu di Indonesia.

"Sama dengan buah-buah masuk dari bandara. Ada tentengan isi dua biji tetap kami tahan karena di dalam buah tersebut ada potensi terbawa telur larva yang bisa membawa lalat buah. Kita takut buah-buah tropis kita terancam," kata Abdul Rahman seperti dikutip dari Tribun Kaltim, Jumat (28/6/2019).


Baca juga: 46 Ton Bawang Putih Impor Cina Masuk Sumatera Barat

Untuk itu, pihak Balai Karantina Pertanian Balikpapan akan memperketat penjagaan pintu masuk barang di Balikpapan, seperti di bandara, pelabuhan, kantor pos, dan jasa ekspedisi di Balikpapan.

"Kami kerja sama dengan Bea Cukai yang punya X-ray. Semua barang masuk bisa terdeteksi. Begitu kelihatan ada tanaman, hasil tanaman atau hewan yg masuk langsung bea cukai serahkan ke karantina," katanya.

Harus ada dokumen karantina

Penahanan buah, tanaman, ataupun hewan selama 14 hari jadi penindakan pertama bila produk impor tersebut tak dilengkapi dokumen sah karantina.

Bila tak mampu menunjukkan, barang tersebut sah untuk dimusnahkan oleh pihak karantina.

"Lebih banyak lewat udara. TIKI dan JNE semua lewat bandara, dia masuk lewat X-ray. Kami juga sudah lakukan edukasi ke semua ekspedisi yang ada," katanya.

Baca juga: Balai Karantina Larang Buah Impor Masuk ke Bandara Adisutjipto

Dengan segala kemudahan dan kemurahan yang ditawarkan penyedia barang di online, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tak mudah terpengaruh dengan harga murah.

"Kalau mau membeli online ditanyakan dulu kepada penjual, apakah bisa dilengkapi dokumen kesehatan negara sana. Jangan langsung dibeli, tanpa ada surat. Itu yang banyak terjadi di sini," ungkapnya.

Penertiban penjualan online

Kampanye terhadap persoalan tersebut ke depan bakal ditingkatkan, khususnya pada penggunaan media sosial pihaknya.

"Ke depan dengan media kita, baik Instagram, Facebook, maupun online, disebarkan ke masyarakat, termasuk pemusnahan kepada masyarakat. Apa yang mereka lakukan mengandung risiko. Jangan sampai mereka membeli tanpa mengetahui risikonya," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Tanaman dan Buah Online Potensi Bawa Lalat Buah ke Indonesia, Begini Penjelasan Balai Karantina.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
4 Kerangka Manusia yang Ditemukan di Kebun Warga Diduga Satu Keluarga

4 Kerangka Manusia yang Ditemukan di Kebun Warga Diduga Satu Keluarga

Regional
Pria Ini Ditangkap setelah Perkosa Mantan Istri Sirinya hingga 3 Kali

Pria Ini Ditangkap setelah Perkosa Mantan Istri Sirinya hingga 3 Kali

Regional
Nakhoda dan ABK KM Mina Sejati yang Lolos dari Pembantaian Alami Trauma

Nakhoda dan ABK KM Mina Sejati yang Lolos dari Pembantaian Alami Trauma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X